Setelah menetapkan Almarhum AL, sebagai korban yang meninggal karena inveksi Covid-19 serta menguburkan Almarhum AL dengan cara Protokol Covid-19, kini Tim Medis dan Juru bicara gugus tugas Covid-19 Provinsi Sulawesi tenggara harus mempertanggung jawabkan kelalaiannya dalam memberi informasi keruang Publik, ini untuk kesekian kalinya RS Bahteramas tidak menunjukkan ke profesionanya dalam melakukan tindakan penetapan Status Positif bagi pasien, bahkan untuk wilayah kabupaten Konawe Utara sudah 2 (dua) kasus yang merugikan keluarga pasien yang di tetapkan sebagai orang yang terinfeksi Covid-19

Kasus Pertama yang sempat menghebohkan publik sulawesi tenggara karena menetapkan pasien udin sebagai Orang yang diduga terinveksi Covid-19 padahal pasien Udin masuk RS Bahteramas karena kecelakaan Kerja, Sontak berita tersebut membuat masyarakat dan pemerintah konawe utara menjadi panik, jagad Sosial media pun dibanjiri postingan terkait salah seorang Warga konawe utara terinveksi Covid-19, karena kesimpulan yang prematur dari rumah sakit Umum Covid-19 membuat Udin Kabur karena merasa dirinya masih dalam kondisi baik dan yang bersangkutan tidak mau digabung satu kamar dengan pasien lainnya, kasus tersebut pun membuat pemerintah konawe utara melakukan upaya sterilisasi terhadap keluarga udin, Bupati Konawe utara H.Ruksamin memerintahkan Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 untuk melakukan Rapid Tes terhada keluarga udin, Untung saja Kabupaten Konawe Utara Punya Bupati yang Sigap dan Antusias dalam menangani Penyebaran Covid-19 Sehingga Pasien Udin mau kembali melanjutkan tahap pemeriksaan di RS Bahteramas setelah Bupati Konawe Utara mengambil langkah menjemput Udin ditempat Persembunyiaanya

Kasus Selanjutnya, ditengah gencarnya pemerintah konawe utara Berperang melawan penyebaran Covid-19, bahkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 Bupati H, Ruksamin mengeluarkan instuksi menutup akses masuk kabupaten konawe utara bagi orang luar, tetapi hal tersebut di nodai oleh pemberitaan Media dengan adanya Pasien Covid-19 yang Meninggal berasal dari konawe Utara, pemberitaan ini berawal dari KETELEDORAN dan TIDAK PROFESIONAL NYA Tim Medis RS Bahteramas dan Gugus Tugas Covid-19 Sultra yang mengumumkan bahwa pasien tersebut Meninggal karena Covid-19, sehingga pemberitaan ini membuat Bupati Konawe utara berang karena merasa tidak pernah diberikan informasi terkait adanya warga konawe utara yang terinfeksi Covid-19, Optimisme Bupati H. Ruksamin akhirnya terbukti setelah hasil Swab Almarhum AL Negatif,

Belajar dari kasus tersebut sebaiknya Rumah Sakit Umum Bahteramas melakukan Evaluasi terhadap sistim pengelolaan informasi dan penaganan pasien, karena kesalahan tim medis bisa berefeck Multi player terhadap masyarakat, keluarga dan Pemerintah, Sampai berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari Pihak Bahteramas terkait kesalahan ini.

#Bang HPA

3 thoughts on “Hasil SWAB Almarhum AL Negatif, Bukti tidak Profesionalnya RS Bahteramas Dalam Penanganan Covid-19”
  1. Katanya sdh ada alat tes swab ut wilayah sultra..
    Akhirnya penanganan pasien tidak sesuai penyakit yg di derita

  2. Smakin tidak jelas pemberitaan dari satgas covid dan rs bahteramas.sering menyimpulkan pendapat yg leliru dan justru menambah kepanikan dlm masyarakat.disisi lain pemerintah dan polri selalu menghimbau masyarakt utk tdk panik tpi kepanikan itu justru dimunculkan oleh satgas covid bersama pihak rs bahtetamas..
    Masyarakt jadi bertanya tanya ada apa dgn satgas covid dan rs bahteramas..??knapa sering membuat keputusan yg keliru.?
    Terlalu cepat memvonis seaeorang dgn covid.adakah kepentingan terselubung dibalik ini semua…??

  3. Sudah liat update kasus mengenai ini ??
    Saya sarankan cari tau dulu, krn menurut saya tulisan anda juga agak mengambang takutnya hanya menggiring opini publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *