Istrahat sejenak bersama Tim setelah menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak Covid 19

Berbicara tentang Pandemi Covid-19 yang saat ini menghantui kehidupan masyarakat tentu tidak akan pernah lepas dari cerita seputar kebijakan para kepala Daerah yang berupaya menciptakan strategi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerahnya, mulai dari cerita seorang bupati yang menggali sendiri kuburan korban yang terpapar Covid-19, untuk meyakinkan masyarakat yang menolak penguburan mayat tersebut, sampai dengan cerita seorang bupati di Sulawesi Utara yang mengkritisi kebijakan Pemerintah pusat yang setiap saat berubah dalam penanganan dampak Covid-19.

Namun cerita paling fenomenal menurut Penulis adalah langkah dan kebijakan sang bupati yang berada di penghujung Utara jazirah sulawesi tenggara, diawali dari keputusannya Mengeluarkan Surat Keputusan Bupati yang menginstruksikan PNS Bekerja di rumah serta Sekolah di liburkan, padahal saat itu Kabupaten Konawe Utara masih dalam posisi belum tersentuh oleh penyebaran Covid-19, Bahkan Sulawesi tenggara pun masih dalam kondisi Nol belum didapatkan kasus Covid-19 sehingga tercatat dialah Bupati yang pertama kali membuat keputusan tersebut di wilayah Sulawesi dan Keputusan tersebut telah diperpanjang beberapa kali sampai saat ini

Pembacaan Keputusan Bupati Konawe utara yang pertama terkait Covid-19

Langkah Fenomenal kedua adalah membuat Keputusan Menutup Akses pintu masuk di tiga perbatasan dalam wilayah konawe utara bagi masyarakat yang bukan penduduk konawe utara, dari cuplikan Video yang beredar luas di jejaring sosial media nampak Sang Bupati dalam keremangan malam berdiri disalah satu pos penjagaan bersama Tim memberi himbauan kepada masyarakat dari luar kabupaten konawe utara untuk tidak memasuki konawe utara menjadi tenaga kerja di beberapa perusahan Tambang dan kelapa sawit yang beroperasi dalam wilayah konut, sepekan setelah himbauan tersebut H.Ruksamin Mempertegas dengan Instruksi Bupati melarang siapapun yang bukan penduduk Konawe utara memasuki wilayahnya melakukan aktifitas apalagi bagi masyarakat yang berasal dari Zona Merah, Intruksi Lisan itupun menyebar dijagad sosial media dalam bentuk rekaman suara Bupati melalui sambungan Call Whatssapp,

Instruksi lisan H.Ruksamin Kemudian di tindak lanjuti dengan memberikan Payung Hukum melalui instruksi Bupati Konawe Utara Nomor 342.5/78/2020 Tentang Penutupan Akses Masuk Pada 3 Pos Gerbang, dengar diterbitkan instruksi tersebut tentu menuai pro kontra di kalangan masyarakat luar wilayah konut khususnya yang memiliki kepentingan dalam wilayah ini, Namun bagi Bupati Fenomenal ini, ibarat batu gunung oheo yang berdiri kokoh dia tak sedikitpun gentar dan goyah atas keputusan tersebut, walaupun dia sadari bahwa keputusan yang diambilnya tidak Populis bahkan bisa menurungkan elektabilitasnya di mata masyarakat luar konawe utara, “Demi melindungi Masyarakat dan Daerah saya dari penyebaran Covid-19 apapun konsekuensi dari Instruksi Bupati tersebut saya siap hadapi karena ini bukan keputusan Politik tetapi keputusan atas Dasar kemanusiaan”

Bukan hanya Tegas dan Konsisten dalam sikapnya, H.Ruksamin yang pernah menjabat sebagai ketua DPRD Konut juga adalah bupati yang tidak pernah takut dalam melindungi Masyarakatnya, Tindakan Fenomenal ini diperlihatkannya dengan menjemput langsung Udin Pasien yang awalnya terduga terpapar Covid-19 dari tempat persembunyianya setelah melarikan diri dari RS Bahteramas, inilah adegan paling Heroik yang ditampilkan Sang Bupati Fenomenal, tanpa sedikitpun ragu dia melangkah pasti menjemput udin, Adegan ini benar benar menegangkan, dengan santunnya beliau memanggil udin dan mereka berduapun berhadapan tanpa pembatas sedikitpun, Kelembutan inilah yang pada akhirnya menyadarkan udin untuk pulang melanjutkan proses Pemeriksaan,

Diakhir Tulisan ini saya yang juga bagian dari masyarakat dan anak bangsa, melihat Sikap dan langkah langkah yang dibuat oleh H.Ruksamin benar benar tulus ikhlas didasari tanggung jawab Besar terhadap amanah yang ada dipundaknya, Disaat Pandemi Covid-19 inilah saya melihat betapa besar tanggung jawab beliau terhadap Rakyat, Guna melindungi masyarakatnya dari Ganasnya Virus ini, beliau Bahkan rela mengluarkan keputusan tidak populis dan penuh resiko. bagi dia tidak ada yang paling penting saat ini untuk dipikirkan selain bekerja melindungi segenap masyrakatnya.

Dengan kerja sama yang baik penuh persahabatan dia mampu membangun sinergitas dengan para Pimpinan Daerah, Kapolres konut, Dandim kendari dan Kajari Konawe, yang tergabung dalam Forum FORKOPIMDA, kebersamaan para pimpinan daerah inilah yang membuat masyarakat Konawe utara menjadi tenang penuh semangat menghadapi musibah ini karena mereka yakin pimpinan daerah mereka selalu hadir disetiap kondisi yang di alami masyarakat, pada akhirnya karena sikap Fenomenal tersebut kabupaten Konawe Utara sampai saat berita ini diturunkan masih dalam kondisi zona Hijau dan Alhamdulillah tidak satupun masyarakatnya yang masuk kategori PDP apalagi Positif terpapar.

Terima Kasih…….Bang HPA

2 thoughts on “Langkah Fenomenal H. Ruksamin dalam Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *