Dana sekitaran 400 Miliar yang di gelontorkan oleh Pemerintah Pusat dalam penanganan Covid 19 di duga ada permainan kotor dalam lingkaran instansi tertentu. Dalam percepatan penanganan Covid-19 ternyata tak memberikan efek positif yang secara signifikan kepada masyarakat.

Berdasarkan keterangan Ibu Isma selaku Kepala Badan Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bahwa dana sebesar 400 Miliar tersebut di porsikan untuk penanganan Covid-19 di antaranya 325 Miliar untuk program kegiatan dan 75 Miliar di porsikan untuk Dana Tak Terduga (DTT).

Dari hal tersebut menjadi tanda tanya besar terkait peruntukanya. Misalkan untuk program kegiatan sebesar 325 miliar. Hal ini sangat janggal ketika dana sebanyak itu tidak memberikan dampak positif terkait peruntukanya terhadap masyarakat Sultra, belum lagi Dana Tak Terduga senilai puluhan miliar.

Dapat kita ketahui pula bahwa saat ini Mahasiswa Sultra yang sedang melanjutkan jenjang pendidikan di DKI Jakarta dan yang tidak di perbolehkan untuk Mudik menjelang lebaran Idul Fitri kemarin mencapai ratusan orang sebagaimana data yang telah di himpun oleh teman-teman di Jakarta.

Berdasarkan data tersebut mestinya menjadi pusat perhatian Pihak Pemprov Sultra untuk menyalurkan anggaran/bantuan bagi mahasiswa-mahasiswi yang sedang melanjutkan proses pendidikan tersebut.

“Sekali lagi Kami tegaskan bahwa Kami tidak membutuhkan perhatian yang lebih, akan tetapi di tengah Pendemi Covid-19 ini sudah sewajarnya peran Pemrov Sultra sangat di butuhkan untuk kemudian hadir sebagai solusi dari problem yang ada saat ini Iksan jamal Mahiswa Pasca Sarjana Univ Jaya Baya tersebut

Kami mengutip pernyataan Jubir Gub Sultra melalui akun media sosialnya yakni facebook pada tanggal 5 Juni pukul 16.52. Dari beberapa yang di kemukakan oleh jubir tersebut Kami mengaris bawahi 2 poin di antaranya:

  1. Kementerian Sosial memberikan bantuan paket sembako kepada 168 mahasiswa perantauan di Jakarta yang memilih tidak mudik di tengah pandemi virus corona. Bantuan ini juga diberikan untuk mahasiswa yang mengalami keterbatasan dukungan logistik dari keluarga di daerah asal.
  2. Penyaluran bansos sembako untuk 168 mahasiswa ini telah melalui verifikasi “by name by address” dengan bukti NIK. Mewakili para mahasiswa perantau, sebanyak 25 orang hadir untuk menerima bansos sembako.

“Berdasarkan pernyataan tersebut kami menganggap bahwa Jubir Gub tersebut telah melakukan kebohongan publik guna meyakinkan publik bahwa Pemprov Sultra telah berperan aktif dalam menyalurkan bantuan padahal faktanya hanya sebatas melahirkan asumsi-asumsi liar yang tidak berdasar. Dan jika pernyataan itu benar maka Kami akan menelusuri siapa orang tersebut yang mencoba bermain-main lalu kemudian menggelapkan bantuan yang telah di salurkan oleh pihak pemprov Sambung Midul Makati menambahkan”

Perlu di ketahui pula Sampai dengan saat ini Bansos sebako tersebut belum tersalurkan, tidak tau yaa kalau ada yang mencoba untuk bermain/mengambil yang bukan hak nya, terkecuali bansos yang bersumber dari pihak Pemprov DKI Jakarta berdasarkan surat permohonan Pemprov Sultra sebanyak 45 orang sudah di terima oleh sebagian orang. Adapun isi dari bantuan tersebut:
a. Mie Instan (intermie) sebanyak 5 Bungkus
b. Minyak Goreng merek jujur 1000 ML
c. Sabun Mandi 1 buah
d. Dan beras sebanyak 2 liter

Olehnya itu Kami Gabungan dari Mahasiwa Sultra yang mengatasnamakan KOALISI MAHASISWA SULTRA BERSATU MENDESAK PEMPROV SULTRA dan POLDA SULTRA untuk :

  1. Menyalurkan bantuan terhadap Mahasiswa mahasiswi yang sedang melanjukan pendidikan di wilayah Jakarta berdasarkan data yang telah di himpun.
  2. Mendesak Polda Sultra untuk memeriksa Jubir Gubernur atas nama Ilham Q Moehiddin yang diduga telah melakukan kebohongan publik di media sosianya terkait Bantuan Sosial untuk Mahasiswa di akun facebook miliknya.

Penulis : Midul Makati/Iksan Jamal

Editor : #Bang HPA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *