Menyikapi Artikel disalah satu media Online (Topik Terkini ) yang ditulis oleh Oskar Sumardin dengan Judul Pemerintah Konawe Utara Gagal mengatasi Pendidikan di tengah pandemi Covid-19, Sontak membuat dua lembaga pendidikan yang berada di kabupaten konawe utara meradang, merasa disudutkan dengan pemberitaan tersebut Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Forum Kepala Sekolah (FKS) angkat Bicara, di wakili Ketua PGRI Kabupaten Konawe Utara Anas Herson, S.Pd dan Sunyamin, S.Pd.,MAP. Kedua lembaga ini memberikan klarifikasi terkait tudingan tersebut,

Bahwa setelah terbitnya SK Bupati Konawe Utara Nomor 135 Tentang Status Keadaan Darurat Sianga Bencana Corona Virus Desease Covid-19 Tanggal 17 Maret Tahun 2020 yang menginstruksikan Proses Belajar mengajar dilaksanakan dari Rumah maka sejak saat itu Seluruh perangkat pendidikan di kabupaten konawe utara membuat strategi pembelajaran dari rumah hal tersebut mengadopsi Sistim pembelajaran dalam Jaringan (Daring) dan Luar Jaringan (LURING) sesuai Surat Edaran Menteri Pendidikan Nomor 4 Tahun 2020, sehingga apa yang menjadi tuduhan Oknum tersebut tidak mendasar, bahkan terkesan mendiskreditkan kami ujar Anas Herson ketika diwawancarai media GSI. Senada dengan Anas, ketua Forum Kepala Sekolah (FKS) Suyamin, S.Pd., Mengatakan dengan adanya pernyataan tersebut membuat para kepala sekolah merasa tersinggung,

“Kami baru saja mengadakan pertemuan dengan para kepala sekolah SD dan SMP sekabupaten Konawe Utara malam ini, untuk menyikapi pernyataan saudara Oskar Sumardin dan salah satu keputusan yang kami ambil adalah selain mengutuk keras pernyataan tersebut, karena ditengah Pandemi Covid-19 kami sudah melakukan tanggung jawab kami sebagai guru dan kepala sekolah guna terus menyelenggarakan pendidikan sesuai Surat Edaran Menteri Pendidikan Nasional dan Instruksi Bupati, salah satunya adalah dengan menyelenggarakan Ujian Nasional dengan metode Daring, Jadi Standar apa yang digunakan Oskar untuk mengukur kemunduran pendidikan di kabupaten Konawe Utara kata Suyamin”

Selain itu PGRI dan FKS akan menuntut dan melaporkan Saudara Oskar Sumardin kepada pihak kepolisian apabila yang bersangkutan tidak melakukan Permintaan Maaf secara terbuka kepada Pemerintah dan juga kepada para Tenaga Pendidikan yang ada yang ada dikabupaten Konawe Utara.

“Iya benar Kami akan tuntut dan Laporan Oskar Sumardin kepada Pihak berwajib Apabila dalam kurung waktu 3X24 Jam dia tidak menyampaikan permintaan maaf kepada kami Ujar Anas Herson dan Suyamin kompak menyatakan kepada Media GSI”

Pernyataan Sikap Persatuan Guru Republik Indonesia PGRI dan Forum Kepala Sekolah FKS Sekabupaten Konawe Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *